Penting untuk diingat bahwa kebanyakan dari penipu (manipulator) seringkali
tidak menyadari perilaku manipulatif mereka.
1
Kurang kesadaran diri
Orang-orang dengan kecenderungan manipulatif
sering kali tidak menyadari perilaku buruk mereka sendiri.
Mereka hanya mencari kepentingan mereka sendiri setiap saat dengan segala cara.
Dengan demikian,
mereka tidak dapat mengenali diri mereka sendiri:
bahwa perilaku mereka salah, merugikan & menipu orang lain.
Meskipun mereka pandai mengenali emosi orang lain dan memanfaatkannya,
mereka sangat tidak pengertian dan hanya memiliki sedikit empati.
Ciri manipulator ini kadang sulit untuk kita kenali pada awalnya.
2
Suka menghakimi
Orang yang manipulatif selalu mencari kelemahan orang lain
untuk digunakan memperalat orang lain.
Mereka menghabiskan waktu mengamati dan mempelajari orang lain
dalam upaya untuk lebih memahami kelemahan orang lain.
Ini tidak untuk empati, karena manipulator tidak melibatkan emosi apa pun.
Mereka hanya mengumpulkan informasi,
memperhatikan hal-hal yang diabaikan orang lain.
Bagaimana kita melihat perilaku manipulator ini?
Sederhana.
Setiap orang memiliki batas pengendalian diri.
Sama seperti semua orang,
manipulator merasa perlu untuk mengekspresikan dialog internal mereka.
Sebagai hasil dari terus-menerus mengamati orang lain,
manipulator akan sering mengkhianati dirinya sendiri.
Secara terbuka mengkritik dan menghakimi orang lain di belakang mereka.
Ini adalah tanda perilaku manipulatif.
3
Ahli dalam menciptakan ketegangan
Pernahkah Anda mendengar ungkapan “Master of Puppets”?
Nah, manipulator berusaha untuk menjadi persis seperti itu.
Yang sering membuat mereka terlibat dalam drama
dan masalah yang biasanya tidak menjadi perhatiannya.
Salah satu situasi yang sering dibuat oleh manipulator adalah situasi triangulasi.
Dimana manipulator menyulut pertengkaran antara dua orang dengan bermain agen ganda, membangun konflik dan membocorkan informasi ke kedua belah pihak
untuk mengadu domba.
Ingat: manipulator adalah teman semua orang tapi bukan teman siapa pun.
4
Selalu berusaha menampilkan pencitraan orang baik
Keinginan manipulator untuk menjadi teman semua orang
membuat mereka selalu menjaga citra dan reputasi mereka sebagai orang baik.
Hal yang penting untuk diingat adalah
bahwa manipulator sering mengharapkan pengakuan dari orang lain
meskipun dia menyangkalnya.
Karena alasan itulah manipulator akan terus-menerus
menunjukkan pencitraan betapa baiknya dia.
Cara mudah bagi kita untuk mengenali tanda kebajikan penipuan
adalah kenyataan bahwa manipulator hanya akan mengkomunikasikan bahwa mereka adalah orang baik tanpa menindaklanjuti dengan tindakan untuk membuktikan klaim mereka.
Sebenarnya, manipulator tidak ingin menjadi orang baik,
mereka hanya ingin agar Anda berpikir bahwa mereka adalah orang baik.
5
Suka melanggar janji
Manipulator menganggap kata-kata yang mereka ucapkan sebagai senjata
untuk mempengaruhi orang lain.
manipulator tidak menghargai apa yang mereka katakan.
Ini seperti juga ketika dia berbohong sebagai orang baik,
Manipulator akan berbohong dan selalu mengingkari janjinya.
Faktanya:
Manipulator memang tidak berniat untuk menepati janji yang mereka buat sejak awal.
Justru sebaliknya,
Manipulator membuat janji untuk menipu lawan bicaranya
dan memberi mereka ilusi keamanan dan jaminan.
6
Menerapkan tekanan
Manipulator menekan orang lain, baik melalui kata-kata
dan perilaku yang merendahkan atau melalui teknik lain yang dirancangnya.
Manipulator memiliki cara tertentu
untuk memanfaatkan informasi
yang dikumpulkannya tentang Anda untuk melawan Anda.
Tekanan yang mereka terapkan
bertujuan untuk memicu emosi tertentu
dari target mereka sehingga tidak ada logika dan rasionalitas dari lawannya dalam pengambilan keputusan.
Sebab, jika Anda meluangkan waktu untuk berpikir,
Anda akan menyadari bahwa mereka menipu Anda.
Manipulator tidak inginkan Anda berpikir rasional.